Strategi Titip Produk di Stan Daerah Lain, Kerajinan Kayu dan Anyaman Bengkulu Selatan Tetap Tampil di HUT Dekranas Makassar

Penulis: Alfian Batubara  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 22:49:01 WIB
Produk kerajinan kayu dan anyaman khas Bengkulu Selatan dipamerkan di stan daerah lain pada perayaan HUT ke-46 Dekranas di Makassar.

BENGKULU SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tidak membuka stan sendiri pada perayaan HUT ke-46 Dekranas yang dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski begitu, produk kerajinan khas Bumi Sekundang tetap hadir di panggung nasional melalui strategi menitipkan barang pada stan milik wilayah lain.

Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan, Benni Safutra, mengungkapkan bahwa pihaknya menitipkan sejumlah produk kerajinan unggulan di stan daerah lain. Produk yang dipamerkan antara lain anyaman, kerajinan berbahan kayu, dan kerajinan dari pohon kelapa.

"Kita memang tidak membuka stan sendiri, tetapi kerajinan khas Bengkulu Selatan tetap kita tampilkan melalui stan daerah lain," ujar Benni saat memberikan keterangan, Kamis (16/7/2026).

Pengalaman Perdana Ikut Agenda Dekranas Nasional

Keikutsertaan dalam HUT Dekranas tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi Bidang Industri Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan di ajang kerajinan nasional. Benni mendampingi Ibu Bupati Bengkulu Selatan dalam agenda yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming.

Dalam pidato sambutannya, Selvi menggaungkan tema "Pengrajin Mendunia". Benni menuturkan, tema tersebut diharapkan menjadi pelecut semangat bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan di seluruh Indonesia.

"Beliau menyampaikan bahwa melalui tema 'Pengrajin Mendunia', seluruh IKM kerajinan se-Nusantara diharapkan terus berkembang, semakin maju, bahkan mampu menembus pasar dunia," kata Benni menirukan pesan Ketua Umum Dekranas.

Batik Sekundang Tertahan karena Keterbatasan Ruang

Bengkulu Selatan sebenarnya memiliki potensi wastra berupa Batik Sekundang yang layak dipromosikan ke tingkat nasional. Namun, produk kain batik khas tersebut belum sempat dipajang pada kesempatan kali ini.

"Batik Sekundang sebenarnya juga ingin kita tampilkan, tetapi karena lokasi pameran cukup sempit sehingga belum sempat dipajang," jelas Benni.

Keterbatasan ruang pameran menjadi kendala yang membuat produk wastra andalan Bengkulu Selatan belum bisa diperkenalkan secara maksimal di ajang nasional tersebut.

Harapan untuk Pelaku IKM Kerajinan Lokal

Benni berharap momentum HUT Dekranas dapat menjadi stimulus positif bagi para perajin di Bengkulu Selatan. Pihaknya mendorong pelaku IKM untuk terus menggenjot kualitas produk dan berinovasi tanpa batas.

"Kami berharap pemerintah terus hadir memberikan perhatian kepada para pelaku IKM. Teruslah berkarya, terus berkembang, karena bukan tidak mungkin produk-produk Bengkulu Selatan dapat dikenal hingga mendunia," pungkas Benni.

Ke depan, berbagai event besar diproyeksikan bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi para pengrajin Bengkulu Selatan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top