BENGKULU — Keyakinan Tuchel itu disampaikan jelang duel sengit melawan La Albiceleste yang akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dengan seragam ikonik. Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa timnya tidak terbebani tekanan, meski mengakui ada rasa gugup yang wajar menjelang laga hidup mati.
"Kami belum mencapai puncak performa, tetapi pertandingan seperti ini akan mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain saya," ujar Tuchel dikutip dari Daily Mail. Ia menyebut skuadnya sangat kompetitif dan bersemangat untuk segera berlaga.
Mantan pelatih Bayern Munich dan Chelsea itu justru melihat atmosfer semifinal sebagai katalis positif. "Saya tidak merasa terbebani. Kami merasakan ketegangan dan saya akan gugup, tetapi saya tidak merasa terbebani," tegasnya.
Tuchel secara terbuka menyebut target utama timnya: mengakhiri paceklik gelar Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak 1966. Ia tidak ingin timnya terpaku pada sejarah besar, melainkan fokus pada pertandingan yang ada di depan mata.
"Kami tahu mengapa kami di sini, apa yang kami inginkan. Kami tidak pernah malu untuk mengatakannya, untuk memimpikannya. Kami datang dengan sangat bersemangat," kata Tuchel. "Kami lapar dan siap untuk beraksi."
Pertandingan nanti bukan sekadar perebutan tiket final. Bagi publik Inggris, laga ini adalah ujian sesungguhnya sejauh mana transformasi permainan ala Tuchel telah meresap. Sementara Argentina datang dengan status juara bertahan dan diperkuat Lionel Messi yang haus gelar lagi.
Tuchel sendiri memuji aura pertandingan ini. "Kedua seragam itu [Inggris dan Argentina] ikonik," ucapnya, menggambarkan besarnya tensi laga yang akan tersaji.