Perusahaan China Mulai Garap Proyek Properti Rp1,2 Triliun di IKN, Apartemen dan Ritel Ditargetkan Rampung Setahun

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 22:13:31 WIB
Perusahaan China memulai pembangunan proyek properti senilai Rp1,2 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mencakup apartemen, perkantoran, dan area ritel.

BENGKULU — Proyek yang digarap di atas lahan seluas 1,27 hektare ini mencakup apartemen, perkantoran, dan area ritel. Presiden Direktur PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menargetkan seluruh pembangunan rampung dalam waktu satu tahun.

Target Rampung Setahun dengan Konsep China Speed

“Nilai proyek kami sekitar Rp1,2 triliun. Perencanaannya selesai dalam satu tahun, karena semua tahu Chinese speed sangat cepat. Mudah-mudahan tahun depan sudah selesai,” ujar Lu Keming saat ditemui usai peletakan batu pertama di KIPP IKN.

Ia menjelaskan, desain apartemen dikerjakan bersama tim arsitek yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun menangani proyek properti di China. Sebagian besar fasilitas bangunan akan menggunakan teknologi yang diimpor langsung dari negara tersebut.

Mengusung Konsep Ramah Lingkungan dan Rendah Karbon

Lu menekankan proyek ini mengadopsi prinsip green design dan low carbon. Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan visi IKN sebagai kota hutan.

“Guru saya, Wang Shi, banyak menangani green design dan low carbon concept di China. Kami ingin menghadirkan konsep itu di IKN,” katanya.

Pembangunan properti ini menjadi salah satu realisasi investasi asing di IKN setelah sebelumnya sejumlah proyek infrastruktur dan hunian dari investor luar negeri mulai memasuki tahap konstruksi.

Alasan Investor China Masuk ke IKN

Lu Keming mengaku tertarik berinvestasi di IKN karena melihat pengalaman pembangunan kota-kota baru di China yang berkembang dari kawasan kosong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. “Kalau sebuah kota dibangun dari tanah kosong dan didukung pemerintah seperti IKN, saya yakin kota itu bisa menjadi salah satu kota paling indah di dunia,” ujarnya.

Proyek ini menjadi tambahan investasi asing di IKN yang terus bertambah seiring dengan progres pembangunan infrastruktur dasar di kawasan pusat pemerintahan. Otorita IKN sebelumnya menyatakan sejumlah investor dari beberapa negara telah menyatakan minat untuk membangun hunian, perkantoran, dan fasilitas komersial di Nusantara.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: nomorsatukaltim.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top