Dokter Timnas Senegal Terungkap Sebagai Ginekolog, Federasi Bereaksi Keras dan Asosiasi Kedokteran Olahraga Membantah

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 01:48:01 WIB
Presiden FSF mengumumkan temuan latar belakang pendidikan dokter timnas Senegal dalam konferensi pers evaluasi turnamen.

BENGKULU — Presiden FSF, Abdoulaye Fall, mengumumkan temuan ini dalam konferensi pers evaluasi turnamen pada Senin (13/7) waktu setempat. Senegal tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dramatis 2-3 dari Belgia. Namun, sorotan tajam justru tertuju pada komposisi staf medis tim, bukan hasil pertandingan.

Kualifikasi Dokter Dipertanyakan, Kepercayaan Pemain Luntur

Fall secara blak-blakan menyebut profil akademis Fediore tidak sesuai untuk menangani atlet profesional. "Dokter kepala kami tidak memiliki profil akademis yang sesuai untuk mendampingi atlet kami," ujar Fall kepada wartawan, dikutip dari Ghanasoccer.

"Dokter Fediore adalah seorang ginekolog berdasarkan pendidikannya. Itu adalah sesuatu yang baru saya ketahui belakangan," tambahnya. Pernyataan ini langsung memicu pertanyaan besar mengenai proses rekrutmen staf di tubuh federasi.

Akibatnya, para pemain senior Senegal mulai meragukan kompetensi sang dokter. "Beberapa pemain di tim nasional Senegal tidak merasa puas atau percaya diri dalam menerima perawatan dan tindak lanjut medis di bawah pengawasan dokter," tutur Fall. FSF pun berjanji akan segera mendatangkan ahli medis baru yang lebih kredibel.

Asosiasi Kedokteran Olahraga Membantah Tuduhan Fitnah

Klaim FSF itu langsung mendapat bantahan keras dari Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal. Mereka menilai tuduhan terhadap Fediore sebagai sebuah fitnah. Dalam pernyataan resmi pada Senin malam, asosiasi tersebut menegaskan bahwa Fediore adalah dokter olahraga yang kompeten.

Fediore disebut merupakan lulusan diploma kedokteran olahraga dan biologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Cheikh Anta Dipo. Pengalamannya pun mentereng: pernah memimpin departemen fisioterapi di Rumah Sakit Fann dan menjadi dokter timnas Senegal sejak 2017. Selama periode itu, ia menjadi bagian dari tim teknis di tiga edisi Piala Dunia dan lima turnamen Piala Afrika.

Kontroversi ini masih menyisakan tanda tanya besar. Federasi mengklaim baru mengetahui latar belakang pendidikan dokternya setelah bertahun-tahun bekerja sama. Sementara itu, asosiasi profesi membela habis-habisan rekam jejak Fediore yang dinilai sesuai standar kedokteran olahraga.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top