BENGKULU — Penurunan harga terbesar terjadi pada segmen bahan bakar diesel dan bensin beroktan tinggi. Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter, atau terkoreksi 14,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Dexlite (CN 51) juga turun Rp 3.300 menjadi Rp 19.700 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) turun Rp 1.450 menjadi Rp 19.300 per liter.
Tidak semua produk mengalami perubahan. Harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di Rp 16.250 per liter, sama dengan posisi sejak 10 Juni lalu. Pertamax Green 95 (RON 95) juga tak bergerak dari Rp 17.000 per liter. Di segmen subsidi, Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan Solar Subsidi (Biosolar) di Rp 6.800 per liter, sesuai ketentuan pemerintah.
Di SPBU BP, harga BP Ultimate Diesel turun dari Rp 25.060 menjadi Rp 21.340 per liter. Adapun BP 92 dan BP Ultimate untuk bensin tidak berubah. Hal serupa terjadi di Shell, yang hanya menjual Shell V-Power Diesel—harganya turun dari Rp 24.490 menjadi Rp 21.340 per liter. VIVO juga menetapkan Diesel Primus di harga yang sama, Rp 21.340 per liter, sementara Revvo 92 dan Revvo 95 tetap.
SPBU Pertamina:
SPBU BP:
SPBU Shell:
SPBU VIVO:
Penurunan harga pada produk diesel menjadi kabar baik bagi pelaku usaha logistik dan transportasi yang menjadi konsumen utama BBM jenis ini. Selisih harga antara Dexlite dan Pertamina Dex yang kini hanya Rp 1.450 per liter juga membuat segmen menengah atas lebih terjangkau. Sementara itu, konsumen bensin non-subsidi belum mendapatkan keringanan karena harga Pertamax dan produk setara di operator lain tidak berubah.