Penampilan seni budaya dari Sanggar Bumei Pat Petulai serta persembahan Pencak Silat Rejang Pat Petulai mengiringi prosesi pisah sambut di Mapolres Rejang Lebong. Dua pertunjukan itu menjadi simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat Rejang terhadap pemimpin baru di institusi Polri. Kehadiran elemen adat dalam acara resmi kepolisian menunjukkan eratnya hubungan antara Polres dan masyarakat setempat.
AKBP Florentus Situngkir secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada AKBP Syahrul Hariady. Dalam sambutannya, AKBP Florentus menyampaikan kesan dan pesan selama menjabat, menekankan pentingnya sinergitas dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga Rejang Lebong.
“Pemimpin boleh berganti, namun semangat pengabdian, kebersamaan, dan komitmen menjaga keamanan negeri harus tetap tumbuh. Keberhasilan sebuah tugas bukan hanya hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kekompakan seluruh keluarga besar yang saling mendukung,” ujar AKBP Florentus Situngkir dalam pidato perpisahannya.
AKBP Syahrul Hariady diharapkan mampu membawa semangat baru dan melanjutkan program-program yang telah berjalan. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Rejang Lebong serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres setempat.
Kehadiran langsung PLT Bupati Rejang Lebong Hendri Praja bersama Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada dalam acara tersebut menandakan kuatnya hubungan lintas sektor. Jajaran pejabat utama Polres, para perwira, personel, serta staf Polres Rejang Lebong turut memadati lokasi acara. Momentum ini sekaligus mempererat hubungan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat.
Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja. AKBP Syahrul Hariady kini memegang amanah untuk melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Rejang Lebong.