BENGKULU — Gudang yang berlokasi di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin ini langsung diisi stok beras dan jagung hasil panen petani Kalsel. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, infrastruktur ini akan segera dimanfaatkan optimal untuk menyerap hasil panen petani di provinsi tersebut.
"Setelah diresmikan, gudang ini akan segera dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk penyimpanan beras dan jagung hasil petani dari Kalimantan Selatan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani saat mendampingi kunjungan Komisi IV DPR RI.
Pembangunan gudang ini merupakan bagian dari realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp2 triliun. Dari dana tersebut, Bulog mengerjakan 81 proyek penguatan infrastruktur pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, realisasi fisik proyek mencapai 95,7 persen. Proyek yang dimaksud mencakup pembangunan Sentra Penggilingan Padi, Sentra Pengolahan Beras, hingga Sentra Pengeringan Jagung. Ahmad Rizal menegaskan, infrastruktur ini dibangun dengan standar terbaik untuk menjaga cadangan beras pemerintah.
Titiek Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto menekankan pentingnya manajemen stok yang baik. Ia menilai perputaran beras di gudang Banjarbaru tergolong cepat, dengan masa simpan paling lama sekitar empat bulan.
"Komisi IV tentu mendukung program-program Perum Bulog, sepanjang terus berpihak dan memberikan manfaat bagi petani. Kami juga mengapresiasi Bulog karena stok yang tersedia mencukupi dan kualitasnya baik," kata Titiek dalam sambutannya.
Ia berharap dengan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras terus meningkat diiringi kualitas yang semakin baik. Peresmian GKP Banjarbaru menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional, khususnya di Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu lumbung pangan Indonesia.