BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu bersama Baznas Kota Bengkulu memastikan tidak ada anak usia sekolah yang terhambat hanya karena masalah biaya seragam. Melalui program bantuan seragam sekolah gratis, keluarga prasejahtera bisa mendapatkan perlengkapan sekolah tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Ilham Putra menjelaskan, prioritas utama bantuan ini diberikan kepada calon peserta didik yang lolos melalui jalur afirmasi. Pihak sekolah menjadi garda depan dalam melakukan pendataan valid terhadap siswa dari keluarga kurang mampu di lingkungan masing-masing.
"Setiap satuan pendidikan akan melakukan perincian kebutuhan sekaligus mendata langsung calon murid yang masuk melalui jalur afirmasi, maupun siswa dari keluarga kurang mampu, untuk diusulkan mendapatkan intervensi bantuan seragam sekolah dari Baznas," ujar Ilham, Rabu (1/7).
Selain mengandalkan pendataan aktif oleh manajemen sekolah, Pemkot Bengkulu juga membuka ruang bagi wali murid yang merasa berhak namun belum terdata. Mereka bisa mengajukan permohonan secara mandiri.
"Bagi wali murid yang secara ekonomi merasa kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan ini, silakan langsung menyampaikan permohonan tertulis kepada pihak sekolah agar data administrasinya bisa segera diusulkan untuk menerima manfaat seragam gratis," tambah Ilham.
Program jaring pengaman sosial di sektor pendidikan ini merupakan manifestasi kehadiran negara bersama lembaga amil zakat. Tujuannya memastikan seluruh anak usia sekolah di Kota Bengkulu memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan formal tanpa tereliminasi oleh kendala biaya atribut sekolah.
"Ini merupakan komitmen kerja sama yang kuat antara Pemerintah Kota Bengkulu dengan Baznas Kota Bengkulu untuk memastikan masyarakat kita, khususnya anak-anak yang akan menempuh pendidikan, dapat terbantu dan merasakan kebahagiaan serta optimisme tinggi menjelang masuk tahun ajaran baru," pungkas Ilham.
Lewat akselerasi program bantuan seragam sekolah ini, Pemkot Bengkulu berharap dapat mengikis angka putus sekolah, menekan beban ekonomi keluarga prasejahtera, sekaligus menyukseskan pemerataan akses pendidikan. Program rutin tahunan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat bisa menjadi solusi konkret bagi warga Kota Bengkulu.