REJANG LEBONG — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan peran strategis Pancasila tidak hanya dalam menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga sebagai inspirasi perdamaian global.
Dalam amanat yang dibacakan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD dan Pontren) Kemenag Rejang Lebong, Suharto, disebutkan bahwa kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sudah terbukti nyata. Mulai dari pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa yang masih terjajah.
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” ujar Suharto membacakan amanat resmi Kepala BPIP.
Menutup amanatnya, Suharto mengajak seluruh peserta upacara untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya komitmen kebangsaan sebagai fondasi menghadapi tantangan global.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, bersatu dalam keberagaman, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya.
Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Jannah, Reka Yulianti, menyampaikan bahwa partisipasinya dalam upacara tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila. Menurutnya, semangat persatuan harus terus diperkuat di tengah keberagaman masyarakat Rejang Lebong.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Kemenag Rejang Lebong ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk memperkokoh nasionalisme. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.