BENGKULU — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu memastikan program peremajaan kopi rakyat akan berjalan pada 2026. Kelima kabupaten sasaran mendapatkan jatah luas lahan yang berbeda, dengan Rejang Lebong dan Kepahiang menjadi penerima terbesar masing-masing 350 hektare.
Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbesy, merinci alokasi lahan untuk setiap daerah. Rejang Lebong dan Kepahiang sama-sama mendapat 350 hektare, disusul Kaur dan Lebong masing-masing 300 hektare, serta Bengkulu Selatan 50 hektare.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kopi masyarakat,” ujar Bickman.
Setiap petani yang memenuhi syarat bisa meremajakan lahan maksimal dua hektare. Untuk lahan seluas itu, pemerintah menyediakan sekitar 1.000 batang bibit kopi per petani. Bantuan ini diharapkan bisa mengganti tanaman kopi yang sudah tua dan tidak produktif lagi.
Saat ini proses penyaluran masih dalam tahap verifikasi dan kelengkapan persyaratan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di tingkat kabupaten. Setelah dinyatakan lengkap, data akan diverifikasi ulang di provinsi sebelum diajukan ke pemerintah pusat untuk penetapan penerima bantuan.
Bickman menjelaskan bahwa jadwal pasti penyaluran bibit masih menunggu rampungnya verifikasi CPCL. “Prosesnya saat ini masih pada tahap verifikasi CPCL di tingkat kabupaten. Setelah selesai, data akan diverifikasi kembali di tingkat provinsi sebelum diusulkan ke pemerintah pusat,” katanya.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi perkebunan rakyat, tetapi juga memperkuat daya saing kopi Bengkulu di pasar nasional. Pemerintah daerah berharap produktivitas kebun kopi rakyat bisa naik signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Petani harus tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar di DTPHP kabupaten setempat. Lahan yang diajukan untuk peremajaan maksimal dua hektare per orang. Setelah verifikasi CPCL selesai di kabupaten dan provinsi, data akan dikirim ke pusat untuk ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Dengan bantuan bibit gratis, petani tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk meremajakan kebunnya. Tanaman kopi yang sudah berusia tua dan produktivitasnya menurun bisa diganti dengan bibit unggul. Pemerintah menargetkan produksi kopi Bengkulu meningkat dan kesejahteraan petani terdongkrak.
Bengkulu selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta dan arabika di Sumatera. Program peremajaan ini menjadi langkah strategis agar komoditas kopi daerah tetap kompetitif di tengah persaingan pasar global.
Tim DTPHP kabupaten saat ini sedang memeriksa kelengkapan dokumen setiap calon petani dan lokasi lahan. Setelah semua persyaratan dinyatakan lengkap, data akan dikirim ke DTPHP Provinsi Bengkulu untuk diverifikasi ulang. Tahap akhir, usulan disampaikan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan dan pencairan bantuan.
Bickman mengingatkan petani untuk segera melengkapi persyaratan agar tidak kehilangan kesempatan. Program ini terbuka bagi kelompok tani yang lahannya sudah terdata dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.