Lonjakan Pengunjung Padati Rutan Kelas IIB Manna Pasca Idul Adha, Antrean Panjang Sejak Pagi

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:12:01 WIB
Antrean pengunjung memadati area depan Rutan Kelas IIB Manna pasca Idul Adha.

MANNA — Pemandangan berbeda terlihat di area depan Rutan Kelas IIB Manna, Bengkulu Selatan, sejak Senin (17/6) hingga Rabu (19/6). Arus pengunjung yang hendak bersilaturahmi dengan warga binaan membludak, memenuhi area parkir dan loket pendaftaran.

Antrean Mengular Sejak Subuh

Pantauan di lokasi, antrean mulai terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Sebagian besar pengunjung datang dengan membawa rantang berisi makanan khas Lebaran, seperti opor ayam dan ketupat. Petugas rutan terpaksa membuka dua jalur pelayanan tambahan untuk mengurai kepadatan.

“Sudah dari jam setengah tujuh saya antre. Ini mau jenguk adik, sekalian bawa masakan buat Lebaran,” ujar Siti, seorang pengunjung asal Kecamatan Pino Raya, saat ditemui di lokasi.

Kapasitas Terbatas vs Lonjakan Pengunjung

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), mengakui bahwa lonjakan ini terjadi setiap tahun pasca Idul Adha. Pihak rutan menyiapkan sistem bergilir agar seluruh pengunjung tetap bisa bertemu meski kapasitas ruang kunjungan terbatas.

“Kami terapkan sistem nomor antrean. Setiap pengunjung diberi waktu 15-20 menit. Ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, baik bagi warga binaan maupun keluarga,” jelas KPR Rutan Manna.

Momen Kebersamaan di Tengah Hukuman

Suasana haru mewarnai sejumlah pertemuan di ruang kunjungan. Beberapa warga binaan tampak tak kuasa menahan tangis saat bertemu anak dan istri mereka. Momen halalbihalal ini menjadi pelepas rindu yang sudah lama tertunda.

Pihak rutan mencatat, rata-rata kunjungan pada hari biasa hanya berkisar 150-200 orang per hari. Namun pasca Idul Adha, angkanya melonjak hingga dua kali lipat, mencapai 400-500 pengunjung setiap harinya.

Imbauan untuk Pengunjung

Pihak rutan mengimbau para pengunjung untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, seperti tidak membawa ponsel dan tidak menitipkan barang terlarang. Petugas melakukan pemeriksaan ketat di pintu masuk guna mencegah penyelundupan benda-benda yang dilarang masuk ke area tahanan.

“Kami minta kerja samanya. Bawa hanya makanan dan pakaian. Semua barang diperiksa satu per satu. Ini demi keamanan bersama,” pungkas KPR Rutan Manna.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bengkulutoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top