BENGKULU TENGAH — Sebanyak 814 hewan kurban dipotong di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Iduladha 1447 Hijriah. Angka ini merupakan rekap dari seluruh masjid, mushala, dan lembaga sosial yang melaksanakan penyembelihan di 11 kecamatan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bengkulu Tengah, melalui pernyataan resminya, merinci bahwa jumlah tersebut terdiri dari 212 ekor sapi, 3 ekor kerbau, dan 599 ekor kambing. Proses pemotongan berlangsung sejak pagi hari hingga siang di hari raya.
Daging kurban langsung didistribusikan ke warga setempat. Penerima manfaat utama adalah masyarakat prasejahtera, anak yatim, dan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di setiap desa.
Petugas dari masing-masing panitia kurban di tingkat kelurahan dan desa yang mengatur pembagian. Mereka memastikan daging sampai ke tangan warga yang berhak pada hari yang sama. Proses ini melibatkan takmir masjid dan perangkat RT/RW setempat.
Angka 814 ekor ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode Iduladha tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh membaiknya kondisi ekonomi peternak lokal serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkurban.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Bengkulu Tengah untuk berkurban tahun ini sangat tinggi. Kami mencatat ada penambahan jumlah hewan kurban dibanding tahun lalu,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bengkulu Tengah.
Kemenag Bengkulu Tengah juga memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar syariat Islam. Setiap hewan diperiksa kesehatannya oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan setempat sebelum dipotong.
Selain itu, panitia di lapangan tetap menerapkan protokol kebersihan. Limbah pemotongan, seperti darah dan jeroan, dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar pemukiman warga.
Total hewan kurban yang dipotong mencapai 814 ekor, terdiri dari 212 sapi, 3 kerbau, dan 599 kambing.
Daging kurban didistribusikan ke 11 kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan prioritas warga kurang mampu dan penerima manfaat DTKS di setiap desa.