BENGKULU — Upaya meningkatkan standar fasilitas olahraga akuatik di Bengkulu terus bergulir. Tirta Amerta Waterpark, salah satu kolam renang di ibu kota provinsi, menjadi fokus perhatian setelah pengelola menyatakan kesiapannya berbenah menuju standar nasional.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh pengelola, Sugeng. Pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat untuk mewujudkan target tersebut. Langkah ini dinilai sejalan dengan prioritas Pemprov Bengkulu yang terus mendorong pengembangan olahraga akuatik.
Asisten I Setda Pemprov Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan pemerintah akan terus mendukung peningkatan fasilitas, termasuk kolam milik daerah seperti Gelora Merah Putih yang telah diperbaiki tahun lalu. Ia menitipkan pesan kepada UPT Dispora untuk terus melakukan penataan dan pengelolaan secara optimal.
Herwan juga menyambut baik usulan agar pengelolaan kolam ke depan melibatkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia Bengkulu. “Saya setuju pengelolaannya misalnya dikelola oleh pengurus Akuatik. Tinggal kita bahas bersama,” ujarnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga kualitas fasilitas dan memaksimalkan pemanfaatannya.
Di tengah proses pembenahan, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Akuatik 2026 tengah berlangsung. Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, menyebut agenda ini krusial untuk menyaring atlet potensial menuju ajang yang lebih tinggi. “Hari ini ada 28 total perkumpulan yang mengikuti kejuaraan provinsi ini,” kata Erna.
Ia optimistis Bengkulu mampu melahirkan perenang berbakat. “Nothing is impossible. Akan lahir atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama Bengkulu,” tegasnya. Erna juga mengapresiasi perubahan signifikan pada kualitas air kolam yang kini jauh lebih biru dan jernih dibanding sebelumnya.
Dari sisi sumber daya manusia, Pengprov Akuatik Bengkulu kini memiliki delapan wasit dan juri bersertifikat nasional. Total ada 58 wasit dan juri yang diterjunkan dalam Kejurprov 2026 demi menjamin profesionalitas pertandingan.
Meski optimistis, Erna berharap pembangunan fasilitas pendukung seperti kolam pemanasan dan tribun penonton segera direalisasikan. Hal itu dinilai penting agar standar nasional terpenuhi secara utuh.
Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk membangun sarana olahraga yang lebih representatif. “Kita akan bangunkan beberapa sarana dan prasarana olahraga, termasuk kolam pendinginan (pemanasan) dan tribun,” ungkap Teuku.
Tak hanya berhenti di standar nasional, Teuku membeberkan target jangka panjang Provinsi Bengkulu. “Insyaallah nanti kita punya fasilitas standar internasional sehingga tidak malu jika menggelar kegiatan nasional,” pungkasnya. Target ambisius ini diharapkan mampu mendorong lahirnya atlet akuatik Bengkulu yang mampu bersaing di level tertinggi.