BENGKULU — Dua kabupaten di Provinsi Bengkulu mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) semester pertama 2026. Selain Bengkulu Utara dengan jumlah debitur tertinggi, Kabupaten Mukomuko mencatat nilai penyaluran terbesar mencapai Rp405,54 miliar yang dimanfaatkan 3.790 pelaku usaha.
Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu menunjukkan, penyaluran KUR di Mukomuko menjadi yang tertinggi secara nominal di antara sembilan kabupaten/kota. Sementara itu, Bengkulu Utara unggul dalam jumlah penerima, mengindikasikan tingginya kebutuhan modal kerja di sektor UMKM setempat.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardana, mengatakan KUR merupakan komitmen pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. "Program Kredit Usaha Rakyat merupakan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," ujarnya, Sabtu (25/7).
Irfan optimistis realisasi KUR di Bengkulu bisa mencapai pagu Rp3 triliun pada akhir 2026, mengingat penyerapan hingga pertengahan tahun sudah melampaui dua pertiga target. "Dengan realisasi yang sudah mencapai lebih dari dua pertiga dari pagu yang dialokasikan, kami optimistis target penyaluran KUR sebesar Rp3 triliun pada tahun 2026 dapat tercapai," katanya.
Menurut dia, sinergi antara Kanwil DJPb, perbankan penyalur, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar akses pembiayaan tepat sasaran. "Kami akan terus mendorong sinergi dengan seluruh lembaga penyalur agar akses pembiayaan kepada pelaku UMKM semakin luas dan tepat sasaran," imbuh Irfan.
Pemerintah menargetkan KUR sebagai sumber permodalan murah bagi UMKM yang selama ini menjadi penopang perekonomian nasional. Melalui fasilitas ini, para pelaku usaha diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, dan membuka lapangan kerja baru.
Di Bengkulu, sektor pertanian, perdagangan, dan jasa menjadi penerima utama KUR. Penyaluran yang merata ke seluruh kabupaten/kota menunjukkan bahwa program ini mulai menjangkau pelaku usaha di pelosok daerah.