BENGKULU SELATAN — Empat kelompok masyarakat di Bengkulu Selatan kini bisa memulai usaha budidaya ikan lele tanpa perlu lahan luas. Dinas Perikanan setempat kembali menggulirkan program Budikdamber, dengan memberikan bantuan sarana produksi dan pendampingan teknis secara langsung.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto yang turun langsung menyerahkan bantuan mengapresiasi inovasi ini. Menurutnya, metode budidaya dalam ember menjadi solusi tepat bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan.
Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Nengsi Affriani merinci bantuan yang disalurkan. Masing-masing kelompok penerima mendapatkan:
“Walaupun tidak ada di DPA kami, pelatihan tetap akan kami laksanakan secara berkelanjutan. Tidak berhenti hari ini saja, tetapi akan terus kami dampingi dan pantau langsung di lapangan,” jelas Nengsi.
Dinas Perikanan memastikan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan saja. Meski pelatihan tidak dianggarkan khusus dalam dokumen pelaksanaan anggaran, pendampingan tetap dijalankan secara berkelanjutan. Petugas akan memantau langsung perkembangan budidaya di lapangan.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya sampai di sini. Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya ikan melalui Budikdamber, pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui Dinas Perikanan,” ujar Yevri Sudianto.
Program ini diharapkan mampu mendongkrak produksi ikan lele di Bengkulu Selatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, hasil panen juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
Wakil Bupati menambahkan bahwa pihaknya memberikan edukasi agar masyarakat mampu mengelola budidaya dengan baik hingga berhasil panen. “Bukan hanya sekadar memfasilitasi, tetapi Dinas Perikanan juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin melakukan Budikdamber lele ini,” kata Yevri.