BENGKULU — Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar gerakan kebersihan tidak berhenti sebagai seremoni. Hal itu ditegaskan Danrem Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto usai memimpin pelaksanaan Program Radin Inten Asri di Provinsi Bengkulu pada Jumat.
"Kita melaksanakan Program Radin Inten Asri. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bapak Pangdam 21 Radin Inten, fokusnya pembersihan wilayah, khususnya di pantai, termasuk terminal dan pasar," kata Jatmiko.
Program yang digelar serentak di jajaran Korem dan Kodim ini memusatkan kegiatan di kawasan wisata Pantai Panjang. Sampah yang selama ini menjadi persoalan di destinasi wisata andalan Kota Bengkulu itu menjadi sasaran utama pembersihan. Aksi serupa juga dilakukan di terminal dan pasar—ruang publik yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kebersihan.
Untuk memastikan keberlanjutan, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, dan Polda Bengkulu menyusun pembagian sektor tanggung jawab kebersihan di Pantai Panjang. Setiap instansi akan bertanggung jawab pada sektor tertentu sehingga pengelolaan kawasan lebih terarah.
Tak hanya bersih-bersih, Korem Gamas Bengkulu juga melepaskan 2.500 bibit ikan di kawasan wisata Tapak Paderi, Kota Bengkulu. Ikan jenis patin dan nila dilepas di kolam wisata pinggir Pantai Tapak Paderi sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan.
Pengangkutan sampah hasil kegiatan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah menuju tempat pembuangan akhir. Pemerintah juga terus mengupayakan penyediaan lahan pengelolaan sampah yang lebih memadai guna mendukung penanganan sampah jangka panjang.
Danrem mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dukungan terhadap Program Radin Inten Asri diharapkan mampu mewujudkan kawasan pantai, pasar, terminal, dan ruang publik di Bengkulu yang lebih bersih dan tertata.