BENGKULU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tidak ingin sekadar mengejar angka. Target investasi Rp5,7 triliun yang dipasang untuk tahun 2026 ini diyakini bisa menjadi lokomotif baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Investasi adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kamis (17/4).
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov mengoptimalkan BLINC 3.0. Ajang ini bukan sekadar seremonial, melainkan tahapan penyiapan dan promosi proyek-proyek investasi yang potensial kepada calon investor.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Muhamad Irfan Octama menyebut BLINC 3.0 diharapkan mampu melahirkan peluang investasi baru. Dampak positifnya diharapkan langsung terasa pada percepatan pembangunan daerah.
Herwan menjelaskan, Bengkulu memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis. Mulai dari perkebunan, pertanian, kelautan, hilirisasi sumber daya alam, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif. Semua sektor ini masih terbuka lebar untuk dikembangkan.
“Minat investor cukup tinggi pada sejumlah sektor, di antaranya perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pertambangan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” kata dia.
Meski optimistis, pemerintah daerah tidak menutup mata pada angka realisasi. Hingga triwulan I-2026, investasi yang masuk baru sekitar 41 persen dari total target Rp5,7 triliun.
Angka ini justru menjadi pelecut. Dengan sisa waktu delapan bulan lebih, Pemprov Bengkulu masih memiliki ruang untuk menggenjot masuknya modal, terutama dari sektor-sektor unggulan yang sudah menunjukkan tren positif.
Meningkatnya investasi diharapkan tidak hanya mengisi kas daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga Bengkulu melalui lapangan kerja baru dan roda ekonomi yang lebih berputar.