KPU Kota Bengkulu Datangi SMA hingga Bikin Podcast untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 16:45:01 WIB
KPU Kota Bengkulu menggelar sosialisasi politik langsung di SMA untuk tingkatkan partisipasi pemilih muda.

BENGKULU — KPU Kota Bengkulu tidak ingin pendidikan politik hanya berhenti di seminar formal. Lembaga penyelenggara pemilu itu kini rutin menggelar sosialisasi langsung ke SMA dan menghadirkan diskusi ringan lewat program podcast agar pesan demokrasi lebih mudah dicerna warga, khususnya anak muda.

Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Bengkulu, Anggi Stephensent, mengatakan pihaknya secara terjadwal mendatangi sekolah-sekolah menengah atas untuk memberikan edukasi politik secara langsung. Targetnya, pelajar tidak hanya tahu cara mencoblos, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap pilihan politik mereka.

"Kami terus melakukan sosialisasi pendidikan pemilih. KPU Kota Bengkulu secara intens mendatangi sekolah-sekolah SMA untuk memberikan edukasi politik kepada para pelajar. Kita ingin agar mereka memahami pentingnya partisipasi dalam demokrasi dan menjadi pemilih yang cerdas serta bertanggung jawab," kata Anggi di Bengkulu, Kamis.

Sasar Pelajar Lewat Diskusi Langsung

Kegiatan di sekolah menjadi prioritas karena KPU menilai pemilih pemula kerap menjadi kelompok yang paling rentan terhadap informasi menyesatkan. Dengan sesi tanya jawab langsung, pelajar bisa mendapatkan klarifikasi soal mekanisme pemilu hingga cara mengecek data pemilih.

Selain tatap muka, KPU Kota Bengkulu juga menjalankan program podcast secara berkelanjutan. Program ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga aktivis, untuk membahas isu-isu kebangsaan dan kepemiluan secara lebih santai.

Podcast Jadi Jembatan ke Warga Urban

Lewat format audio-visual yang bisa diakses kapan saja, KPU berharap masyarakat yang sibuk atau enggan datang ke acara fisik tetap bisa mendapat pemahaman soal demokrasi. Topik yang diangkat pun tidak melulu teknis pemilu, tetapi juga isu kebangsaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Anggi menambahkan, kombinasi pendekatan konvensional dan digital ini diharapkan bisa meningkatkan literasi politik secara merata. "Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki pemahaman politik yang baik sehingga dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak dan berkontribusi dalam memperkuat demokrasi," ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang KPU Kota Bengkulu menghadapi tahapan pemilu berikutnya. Dengan edukasi yang dimulai sejak dini, partisipasi warga diharapkan tidak sekadar memenuhi kuota, tetapi lahir dari kesadaran akan pentingnya suara mereka dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top