BENGKULU — Kemenangan tipis Prancis atas Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 seolah menjadi cerita kedua. Sorotan justru tertuju pada kepemimpinan wasit Ilgiz Tantashev yang dinilai inkonsisten sepanjang laga di Philadelphia.
Sejak menit awal, Paraguay tampil agresif untuk memutus ritme permainan tim asuhan Didier Deschamps. Sejumlah pelanggaran keras terjadi, namun tidak semuanya mendapat respons tegas dari wasit. Situasi ini memicu kritik dari berbagai pengamat sepak bola.
Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika Andres Cubas melanggar Adrien Rabiot tanpa mendapat kartu kuning. Tak lama berselang, Juan Jose Caceres juga lolos dari sanksi meski melakukan tekel keras terhadap Kylian Mbappe.
Gabriel Avalos pun sempat menyikut perut Dayot Upamecano saat Paraguay berusaha mengejar ketertinggalan. Kubu Prancis protes keras karena insiden tersebut dianggap layak mendapat hukuman.
Ironisnya, justru tiga pemain Prancis—Manu Kone, Bradley Barcola, dan Michael Olise—yang menerima kartu kuning. Sementara itu, tidak ada satu pun pemain Paraguay yang diganjar kartu sepanjang pertandingan.
Statistik memperkuat kontroversi tersebut. Paraguay melakukan 13 pelanggaran dan menutup laga tanpa kartu kuning, sedangkan Prancis menerima tiga kartu kuning setelah melakukan 11 pelanggaran.
Kinerja Tantashev langsung mendapat kritik tajam dari sejumlah mantan pemain dan pandit sepak bola. Banyak yang menilai wasit berusia 40 tahun itu gagal menjaga kontrol pertandingan sejak awal.
"Itu mungkin performa wasit terburuk yang pernah saya lihat di turnamen ini," kata eks pemain Timnas Jerman, Thomas Hitzlsperger, kepada BBC Sport.
"Wasit seharusnya bisa mengendalikan situasi. Mereka bisa saja memberikan kartu kuning kepada dua atau tiga pemain sejak awal dan menghentikan semua ini. Paraguay memang selalu akan melampaui batas," ucap eks kiper Inggris, Joe Hart, pada BBC Sport.
Pandit BBC Sport, Pat Nevin, juga angkat bicara. "Jika pertandingan ini dimainkan seperti tiga atau empat tahun lalu, mungkin hanya akan ada sekitar 19 kartu kuning. Namun, Piala Dunia kali ini memiliki standar yang berbeda untuk kartu kuning dan pelanggaran," ujar mantan pemain Timnas Skotlandia itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait evaluasi kepemimpinan Tantashev. Laga kontroversial ini menjadi catatan hitam bagi wasit asal Uzbekistan di ajang Piala Dunia 2026.