LEBONG — Pemerintah Desa Nangai Tayau, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, menggelar forum rembuk stunting sebagai langkah strategis mempertahankan status desa tanpa kasus stunting. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa pada Jumat (3/7) itu dihadiri kader posyandu, tenaga kesehatan, dan perangkat desa untuk menyusun pencegahan dini.
Pjs Kepala Desa Nangai Tayau, Herleni, mengatakan forum ini menjadi ajang identifikasi kondisi lapangan sekaligus menampung usulan warga. “Melalui rembuk stunting ini kami ingin mengetahui kondisi di desa sekaligus menghimpun usulan terkait pencegahan stunting. Harapannya, langkah yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa edukasi gizi dan pola asuh menjadi fokus utama. Kader posyandu akan rutin memberikan sosialisasi kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita tentang pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pola asuh yang baik.
Pemerintah desa juga mengalokasikan bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Bantuan tersebut berupa susu, roti, serta berbagai makanan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Hingga saat ini, Desa Nangai Tayau belum mencatat satu pun kasus stunting. Meski begitu, Herleni memastikan pihaknya tidak akan lengah. “Alhamdulillah sampai hari ini belum ada kasus stunting di Desa Nangai Tayau. Kami berharap kondisi ini terus dipertahankan sehingga seluruh balita tumbuh sehat dan Desa Nangai Tayau tetap menjadi desa zero stunting,” tutupnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif kader posyandu dan tenaga kesehatan yang melakukan pemantauan rutin. Selain itu, kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatan ibu dan anak secara berkala juga menjadi faktor penentu.
Rembuk stunting yang digelar secara berkala menjadi wadah evaluasi dan perencanaan program desa. Dengan pendekatan partisipatif, setiap usulan dari masyarakat langsung diintegrasikan ke dalam anggaran dan kegiatan desa.