Stok Blangko KTP di Rejang Lebong Capai 12.234 Keping, Dinas Dukcapil Yakin Cukup Hingga September 2026

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:51:31 WIB
Stok blangko KTP di Rejang Lebong mencapai 12.234 keping hingga September 2026.

REJANG LEBONG — Kepala Dinas Dukcapil Rejang Lebong, Rosita, merinci bahwa stok yang ada merupakan akumulasi dari pengiriman terbaru dan sisa persediaan lama. Dari kiriman pusat dan provinsi yang tiba beberapa waktu lalu, total 10.000 keping blangko ditambah dengan sisa stok sebelumnya yang masih tersimpan 2.234 keping.

Rincian Stok: 8.000 dari Pusat, 2.000 dari Provinsi

"Dalam beberapa waktu kemarin, Dukcapil Rejang Lebong menerima 8.000 keping blangko dari pusat dan 2.000 keping dari provinsi," kata Rosita dalam keterangan yang diterima, Senin.

Dia menambahkan, "Ditambah dengan stok yang kita punya, saat ini stok blangko Dukcapil Rejang Lebong mencapai 12.234 keping blangko."

Berapa Lama Stok Ini Bertahan?

Meski jumlahnya terbilang besar, Rosita mengakui bahwa stok tersebut belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan warga dalam jangka panjang. Pihaknya memperkirakan persediaan yang ada saat ini akan cukup melayani permintaan pembuatan KTP baru hingga September 2026.

Oleh karena itu, Dinas Dukcapil akan segera mengajukan permohonan penambahan blangko ke tingkat provinsi maupun pusat. Langkah antisipasi ini diambil agar proses pelayanan administrasi kependudukan di Rejang Lebong tidak terhambat.

Penyaluran untuk Menjamin Layanan Tetap Optimal

Rosita menegaskan bahwa seluruh blangko yang diterima akan langsung disalurkan ke kecamatan dan loket pelayanan. Tujuannya untuk memastikan sistem pelayanan pembuatan KTP tetap berjalan baik tanpa antrean panjang akibat kekurangan bahan baku.

Dengan adanya kepastian stok ini, warga Rejang Lebong yang hendak mengurus perekaman atau cetak ulang KTP elektronik diimbau untuk segera mendatangi kantor Dukcapil setempat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: rbtv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top