Gempa Dahsyat Magnitudo 7,5 Landa Venezuela, Korban Luka Tembus 12.400 Orang dan 2.295 Meninggal

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:39:31 WIB
Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela, menyebabkan ribuan korban luka dan ratusan meninggal.

BENGKULU — Jumlah korban luka akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) lalu terus bertambah. Penjabat (Pj) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan bahwa angka korban luka kini telah mencapai 12.400 orang. “Seluruh layanan kesehatan di Venezuela saat ini telah dikerahkan untuk menangani 12.400 korban luka yang ada,” kata Delcy Rodriguez pada Kamis (2/7) waktu setempat.

Dua Gempa Kuat dalam Waktu Berdekatan

Bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi kuat yang terjadi dalam selang waktu yang sangat singkat. Guncangan awal (foreshock) dengan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat, dan hanya berselang 39 detik, gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 7,5 kembali mengguncang. Kekuatan ganda ini menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah pesisir utara Amerika Selatan tersebut.

Bangunan Runtuh dan Pejabat Daerah Jadi Korban

Dampak fisik dari gempa ini sangat masif. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 189 bangunan mengalami keruntuhan total. Situasi semakin tragis setelah diketahui bahwa sebagian besar pejabat daerah La Guaira dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan. Sementara itu, data resmi terbaru menyebutkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 2.295 orang.

KBRI Caracas Pastikan Tiga WNI Aman

Di tengah situasi darurat tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengonfirmasi bahwa KBRI Caracas telah melakukan pemantauan intensif. “KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, berada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” ujar Heni di Jakarta, Kamis (25/6).

Seluruh staf diplomatik di KBRI Caracas juga dilaporkan selamat. “Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” tambahnya. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Venezuela melalui perwakilan diplomatiknya di Caracas.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top