ARGAMAKMUR — Sebanyak 121 kantong darah berhasil dikumpulkan PMI Kabupaten Bengkulu Utara dalam aksi donor massal yang digelar Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Sahri Romli.
Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi. Mereka mengantre untuk mendaftar dan menjalani skrining kesehatan sebelum kantong darah mereka benar-benar disedot petugas PMI. Jumlah 121 kantong ini melampaui target harian biasa yang umumnya hanya puluhan kantong per kegiatan.
Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata yang hadir meninjau langsung kegiatan memberikan apresiasi kepada PMI dan para pendonor. Ia menilai aksi ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
"Terima kasih kepada PMI yang telah membuka ruang kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, aksi kemanusiaan. Mudah-mudahan, dengan adanya kegiatan ini, maka stok darah aman di Bengkulu Utara," ujar Arie dalam sambutannya.
Bupati tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremoni tahunan. Ia mendorong agar donor darah diagendakan secara rutin setiap bulan di masing-masing OPD. Menurutnya, langkah ini akan memastikan ketersediaan stok darah di PMI tidak menipis di luar momen peringatan besar.
"Nanti akan kita agendakan setiap bulannya ke masing-masing OPD. Tujuannya agar masyarakat yang membutuhkan darah, stoknya ada di PMI," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Arie juga menekankan bahwa donor darah adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar. Satu kantong darah bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa, terutama bagi pasien kecelakaan, ibu melahirkan, atau penderita penyakit kronis.
"Terakhir, saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pendonor, semoga menjadi berkah bagi kita semua," pungkasnya.
PMI Bengkulu Utara mencatat, kebutuhan darah di wilayah tersebut rata-rata mencapai 150 hingga 200 kantong per bulan. Dengan adanya agenda rutin di OPD, diharapkan defisit stok darah bisa ditekan dan masyarakat tidak lagi kesulitan mencari donor saat darurat.