Babinsa Desa Kampung Baru Rejang Lebong Kembangkan Bioflok dan Ayam Petelur, Harga Telur dan Ikan Lebih Murah untuk Warga

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 22:11:01 WIB
Serka M. Ali mengembangkan budidaya bioflok ikan dan ayam petelur di Desa Kampung Baru, Rejang Lebong.

REJANG LEBONG — Serka M. Ali, Babinsa Desa Kampung Baru, tak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah. Ia juga merancang program ketahanan pangan yang menyasar kebutuhan pokok warga. Idenya: memadukan budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok serta memelihara 48 ekor ayam petelur.

Program ini sudah dipaparkan ke Dandim 0409/Rejang Lebong dan mendapat lampu hijau. “Program ketahanan pangan Desa Kampung Baru ini sudah saya sampaikan kepada Pak Dandim dan Alhamdulillah didukung penuh. Program ini memang kami jalankan untuk masyarakat Desa Kampung Baru,” ujar Serka M. Ali, Rabu (01/07/2026).

Harga Khusus untuk Warga Kampung Baru

Yang membedakan program ini dari usaha biasa adalah skema harga. Hasil panen tidak dijual bebas ke pasar, melainkan diprioritaskan untuk warga desa dengan harga lebih miring. Telur yang di pasaran tembus Rp58 ribu per karpet, di sini hanya Rp45 ribu hingga Rp50 ribu. Ikan yang biasanya Rp35 ribu per kilogram, dijual Rp28 ribu hingga Rp30 ribu.

Selisih harga ini diharapkan bisa meringankan belanja harian rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan.

Ikan Nila Siap Panen, Lele Menyusul

Serka M. Ali merinci perkembangan budidaya di lokasi. Ikan nila sudah dipelihara sekitar tiga bulan dari 3.500 bibit. Secara teknis, ikan ini sudah bisa dipanen. Namun, panen besar direncanakan bersamaan dengan ikan lele pada Oktober hingga November mendatang.

Sementara itu, budidaya ikan lele baru berjalan tiga minggu dengan jumlah bibit sekitar 2.000 ekor. “Hingga kini tidak ada kendala berarti. Kematian satu hingga dua ekor masih tergolong normal,” jelasnya.

Target: Ketahanan Pangan dari Tingkat Desa

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dari level paling bawah. Melalui sistem bioflok, kualitas air kolam lebih terjaga dan kepadatan ikan bisa lebih tinggi. Sementara ayam petelur menghasilkan telur segar setiap hari yang langsung bisa didistribusikan ke warga.

“Intinya program ini untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Desa Kampung Baru. Mudah-mudahan program bioflok ikan lele dan ikan nila ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Serka M. Ali.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: nuansabengkulu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top