BENGKULU — Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu memastikan proses penjaringan berlangsung transparan dan profesional. Dari 23 pendaftar awal, tiga orang gugur di tahap verifikasi administrasi, menyisakan 20 peserta yang berhak mengikuti uji kompetensi berbasis CAT.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu yang juga Ketua Pansel, Dr. H. Herwan Antoni, menegaskan bahwa materi ujian tidak disusun oleh tim daerah. Seluruh soal berasal dari BAZNAS RI sehingga standar penilaian seragam secara nasional.
Pansel menjadwalkan pengumuman hasil uji kompetensi pada Rabu, 1 Juli 2026. “Hasil seleksi ini nantinya menjadi dasar untuk melanjutkan proses seleksi berikutnya,” ujar Herwan di sela-sela pelaksanaan tes.
Herwan berkomitmen menjaga integritas selama proses penjaringan. Ia menekankan bahwa Pansel bekerja tanpa intervensi pihak mana pun demi menghasilkan pimpinan BAZNAS yang kredibel.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghofur, mengingatkan bahwa tahapan seleksi ini krusial untuk menentukan arah pengelolaan zakat lima tahun ke depan. Ia meminta seluruh proses mengedepankan profesionalisme dan menghindari intervensi.
“BAZNAS membutuhkan pemimpin yang mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat, agar semakin berdampak bagi kesejahteraan umat,” kata Waryono.
Menurut Waryono, pimpinan terpilih nantinya tidak hanya dituntut meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga memastikan distribusinya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bengkulu.
Penggunaan sistem CAT dalam uji kompetensi ini menjadi salah satu upaya menjamin objektivitas. Peserta mengerjakan tes pengetahuan dasar yang langsung terintegrasi dengan server BAZNAS pusat.
Dengan mekanisme ini, potensi kecurangan atau kendaraan kepentingan lokal bisa diminimalkan. Pansel berharap hasil seleksi benar-benar mencerminkan kompetensi individu peserta.