Rupiah Menguat 0,35% ke Rp17.859 di Awal Pekan, Impor Solar 300.000 Barel Akan Dihentikan

Penulis: Ricki Manurung  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:14:31 WIB
Rupiah menguat 0,35% ke level Rp17.859 per dolar AS di awal pekan.

BENGKULU — Penguatan rupiah di sesi pembukaan pagi ini memutus tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan sebelumnya. Pada Kamis (25/6), rupiah sempat terperosok ke level Rp17.967 per dolar AS, melemah 15 poin atau 0,08% akibat kekhawatiran suku bunga tinggi The Fed. Bahkan pada Rabu pagi, rupiah kehilangan 0,40% ke Rp17.931 per dolar AS karena sentimen hawkish bank sentral AS yang diperkirakan bertahan sepanjang 2026.

Sentimen Domestik: Impor Solar Distop, Beban Impor Berkurang

Katalis positif terbesar bagi rupiah pagi ini datang dari kebijakan energi pemerintah. Mulai tahun ini, impor solar yang mencapai 300.000 barel per hari akan disetop total. Langkah ini secara langsung mengurangi permintaan dolar AS untuk pembayaran impor bahan bakar minyak, yang selama ini menjadi salah satu sumber tekanan terbesar bagi neraca perdagangan dan nilai tukar.

Keputusan tersebut dinilai strategis di tengah harga minyak dunia yang masih fluktuatif. Dengan memangkas impor solar, cadangan devisa nasional bisa lebih terjaga dan tekanan terhadap rupiah berkurang secara fundamental.

Tekanan Eksternal Masih Mengintai

Meski menguat di awal pekan, pelaku pasar tetap mencermati risiko dari eksternal. Pekan lalu, rupiah sempat menyentuh level Rp17.813 per dolar AS pada Senin (22/6) sebelum kembali tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik AS-Iran. Kekhawatiran suku bunga tinggi The Fed sepanjang 2026 juga masih membayangi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Data menunjukkan pada 19 Juni lalu, rupiah sudah terperosok ke Rp17.845 per dolar AS akibat sentimen hawkish The Fed dan inflasi AS yang masih tinggi. Pola pergerakan ini menunjukkan rupiah masih rentan terhadap perubahan sentimen global dalam jangka pendek.

Fakta Singkat: Pergerakan Rupiah Pekan Lalu

  • 22 Juni: Rupiah dibuka melemah ke Rp17.813 per dolar AS akibat kenaikan harga minyak dan ketegangan AS-Iran.
  • 23 Juni: Rupiah melemah 16 poin atau 0,09% ke level Rp17.859 per dolar AS.
  • 25 Juni: Rupiah melemah 15 poin atau 0,08% menjadi Rp17.967 per dolar AS.
  • 29 Juni: Rupiah menguat 63 poin atau 0,35% ke Rp17.859 per dolar AS, didorong sentimen penghentian impor solar.

Proyeksi: Data Ekonomi Jadi Penentu

Sepanjang hari ini, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi terbaru, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor disarankan mencermati dinamika pasar hingga penutupan perdagangan sore nanti, mengingat volatilitas masih tinggi di tengah ketidakpastian suku bunga global dan kebijakan energi domestik.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top