BENGKULU — Peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang tembus 82,4 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas 2026 mendapat sambutan positif dari kalangan pesantren. KH Zaimul Umam, Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, menilai capaian ini buah dari kerja keras dan pembenahan internal yang mulai dirasakan masyarakat.
"Peningkatan kepercayaan ini mencerminkan ikhtiar, kerja keras, dan pengabdian Polri yang mulai dirasakan masyarakat," kata KH Zaimul Umam dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
KH Zaimul Umam menekankan bahwa tingginya angka kepercayaan bukanlah prestasi yang bisa membuat lengah. Ia mengingatkan seluruh insan Bhayangkara untuk menjaga amanah tersebut melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
"Kepercayaan masyarakat bukan hanya prestasi, tetapi amanah yang harus dijaga," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran polisi yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan sosial dan perkembangan teknologi. Keamanan menjadi fondasi utama bagi dunia pesantren untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Dalam kesempatan itu, tokoh muda santri ini mendorong penguatan sinergi antara Polri, ulama, santri, dan lembaga pendidikan keagamaan. Sinergi ini dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari penyalahgunaan narkoba, radikalisme, perundungan, kekerasan terhadap anak, hingga dampak negatif media digital.
"Keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika polisi dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat, akan tumbuh suasana yang damai serta saling percaya," katanya.
KH Zaimul Umam berharap Polri tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga menjadi sahabat dan mitra masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, institusi kepolisian harus terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan.
"Yang paling berharga bukan hanya meningkatnya angka survei, tetapi ketika masyarakat merasa aman, didengar keluhannya, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat kehidupan. Kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus terus dirawat," pungkasnya.