Pencarian

Unib dan ITB Kolaborasi Riset Matematika dan Machine Learning untuk Baca Risiko Gempa hingga Karhutla Gambut

Senin, 28 September 2026 • 08:18:31 WIB
Unib dan ITB Kolaborasi Riset Matematika dan Machine Learning untuk Baca Risiko Gempa hingga Karhutla Gambut
Dekan FMIPA Unib dan akademisi ITB membahas kolaborasi riset matematika terapan di Bengkulu.

Universitas Bengkulu bersama Institut Teknologi Bandung menggelar kuliah umum dan eksplorasi riset pemanfaatan matematika, statistika, serta komputasi untuk memetakan risiko lingkungan dan kebencanaan di Bengkulu. Kegiatan itu mempertemukan kepakaran kedua kampus dalam topik kegempaan, pemodelan spasio-temporal, hingga prediksi kebakaran lahan gambut tropis. Kolaborasi ini disebut membuka peluang penelitian lanjutan yang bisa dikembangkan bersama.

BENGKULU — Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unib Sal Prima Yudha menyatakan pertemuan riset bersama ITB menjadi ruang penting untuk mempertemukan kepakaran kedua kampus. Menurutnya, kolaborasi semacam ini juga memperluas wawasan mahasiswa dan membuka peluang penelitian yang dapat dikembangkan bersama.

"Kegiatan seperti ini (Unib-ITB) penting untuk mempertemukan kepakaran, memperluas wawasan mahasiswa, dan membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat dikembangkan bersama," kata Sal Prima Yudha di Bengkulu, Minggu.

Fokus Riset: dari Dinamika Gempa sampai Karhutla Gambut

Sejumlah topik dibahas dalam pertemuan itu. Mulai dari pemanfaatan proses stokastik untuk memahami dinamika dan risiko kegempaan, integrasi proses stokastik dan machine learning dalam pemodelan spasio-temporal gempa bumi ekstrem, hingga pemodelan dan peramalan risiko kebakaran lahan gambut tropis.

Pembahasan tersebut mempertemukan berbagai pendekatan matematika dan statistika untuk memahami fenomena yang berlangsung menurut ruang dan waktu. Pendekatan ini menempatkan matematika bukan sekadar alat hitung, melainkan kerangka analisis untuk membaca pola kejadian alam.

Bagaimana Matematika Dipakai Memprediksi Risiko Karhutla?

Akademisi dengan kepakaran mathematics and stochastics modelling ITB, Dr Adilan, memaparkan bahwa matematika, statistika, dan komputasi dapat dimanfaatkan untuk membaca risiko lingkungan. Ia memiliki rekam penelitian pada pemodelan stokastik, machine learning, pemodelan spasio-temporal, serta pemodelan lahan gambut dan risiko kebakaran lahan gambut tropis.

Adilan memperkenalkan pendekatan matematika dan statistika dalam mempelajari serta memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada ekosistem lahan gambut tropis. Analisis dilakukan melalui berbagai data yang berkaitan dengan kondisi lahan dan kejadian kebakaran.

Risiko tersebut dapat dianalisis menggunakan pemodelan stokastik, deret waktu, pendekatan spasio-temporal, machine learning, hingga metode optimasi. Pendekatan itu memperlihatkan bahwa matematika dan statistika memiliki ruang aplikasi luas dalam menjawab persoalan di luar bidang teoritis.

Dari Pola Data ke Sistem Prediksi untuk Mitigasi

Model matematika dan statistika dapat digunakan untuk mengenali pola, memahami dinamika suatu fenomena, mengestimasi risiko, serta membangun sistem prediksi. Sistem semacam itu dapat mendukung upaya mitigasi dan pengambilan keputusan di daerah rawan bencana.

Adilan memperkenalkan pemanfaatan matematika dan statistika tersebut lewat Kuliah Umum Program Studi Matematika dengan topik "Forecasting Tropical Peatlands Fire Risk with Stochastics, Machine Learning, and Optimization Methods". Kuliah umum itu menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan bagi dua kampus untuk mengeksplorasi keilmuan dalam membaca risiko lingkungan.

Bagi Unib dan ITB, pertemuan ini menjadi titik awal kolaborasi riset yang menyatukan kepakaran matematika terapan dengan kebutuhan daerah akan data risiko lingkungan dan kebencanaan yang lebih akurat.

Follow www.porosbengkulu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks