BENGKULU — Investor Indonesia kini bisa mendapat eksposur saham Google tanpa membuka rekening broker Amerika Serikat, lewat tokenized stocks yang diperdagangkan di aplikasi aset digital. Produk GOOGLX merepresentasikan pergerakan saham Alphabet Inc., perusahaan induk yang menaungi Google, dengan nominal pembelian yang jauh lebih terjangkau.
Google bukan perusahaan yang berdiri sendiri di pasar saham. Perusahaan teknologi itu berada di bawah Alphabet Inc., konglomerat yang menaungi mesin pencari, YouTube, Android, hingga Google Cloud. Karena itu, saham yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat dengan ticker GOOGL dan GOOG sejatinya adalah saham Alphabet, bukan saham Google secara terpisah.
Bagi investor ritel Indonesia, akses langsung ke saham Alphabet menuntut rekening broker lintas negara, konversi dolar, dan biaya transaksi yang tidak kecil. Tokenisasi saham menawarkan jalur alternatif yang lebih ringkas.
Apa Itu Tokenized Stocks
Tokenized stocks adalah aset digital yang merepresentasikan saham atau memberi eksposur terhadap nilai suatu saham melalui teknologi blockchain. Aset yang biasanya diperdagangkan di pasar modal tradisional direpresentasikan ulang dalam bentuk token.
Pada model tertentu, penerbit token membeli dan menyimpan saham sebagai aset dasar, lalu menerbitkan token yang nilainya mengikuti harga saham acuan. Struktur tiap produk bisa berbeda, sehingga investor perlu memeriksa penerbit, underlying asset, kustodian, dan hak yang melekat pada token sebelum bertransaksi.
Pintu menyediakan tokenized stocks yang memberi pengguna eksposur terhadap sejumlah saham global lewat aset digital. Produk yang berkaitan dengan Alphabet di platform ini menggunakan ticker GOOGLX. Daftar produk dan ketentuannya dapat berubah, jadi pengguna sebaiknya memeriksa informasi terbaru di aplikasi sebelum melakukan transaksi.
Enam Langkah Membeli GOOGLX
Proses pembelian tokenized stocks yang berkaitan dengan Alphabet dilakukan bertahap melalui aplikasi Pintu.
- Membuat akun Pintu — pengguna mendaftar dan menyelesaikan verifikasi identitas agar layanan dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
- Mengisi saldo — setelah akun terverifikasi, saldo diisi lewat metode pembayaran yang tersedia. Transaksi memakai rupiah, sehingga pengguna tidak perlu konversi mata uang manual.
- Membuka menu Market — pengguna memilih kategori tokenized stocks atau stocks untuk melihat aset yang tersedia.
- Mencari GOOGLX — pengguna mencari ticker GOOGLX jika token tersedia, lalu memeriksa nama aset dan informasi produknya.
- Menentukan nominal pembelian — jumlah dana yang ingin digunakan ditentukan, lalu sistem menampilkan estimasi jumlah token berdasarkan harga yang berlaku saat transaksi.
- Mengecek transaksi — sebelum konfirmasi, periksa harga, jumlah token, biaya transaksi, dan informasi produk. Setelah dikonfirmasi, token masuk ke akun sesuai mekanisme penyimpanan platform.
Beda Tokenized Stocks dengan Saham Biasa
Membeli saham biasa melalui broker berarti investor membeli sekuritas yang tercatat dalam sistem pasar modal. Investor berpotensi memperoleh hak tertentu sesuai kelas saham, termasuk hak suara bila saham tersebut memberikan hak voting.
Tokenized stocks memakai representasi digital berbasis blockchain. Pemegang token bisa memperoleh eksposur ekonomi terhadap saham yang menjadi underlying, tetapi belum tentu mendapat seluruh hak yang dimiliki pemegang saham langsung.
Perbedaan lain terletak pada waktu perdagangan. Pasar saham konvensional mengikuti jadwal bursa, sedangkan tokenized stocks dapat menawarkan perdagangan sepanjang waktu, bergantung pada mekanisme dan likuiditas platform.
Yang Perlu Dicermati Sebelum Membeli
Eksposur terhadap harga saham tidak sama dengan kepemilikan saham. Pemegang token umumnya tidak memiliki klaim langsung atas dividen, laporan tahunan, atau suara dalam RUPS Alphabet, kecuali produknya secara eksplisit menjamin hak tersebut.
Risiko lain datang dari sisi likuiditas dan penerbit. Harga token bisa bergerak mengikuti saham acuan, tetapi spread jual-beli di platform aset digital bisa lebih lebar dibanding bursa saham utama. Karena itu, memeriksa informasi produk dan ketentuan penerbit menjadi langkah wajib sebelum dana ditempatkan.