BENGKULU UTARA — Kepala SMKN 10 Bengkulu Utara, Saipul, M.Pd, menyatakan keterbukaan proses penyaluran menjadi alasan utama sosialisasi digelar. Orang tua penerima PIP diminta mengetahui secara jelas bagaimana bantuan disalurkan dan diterima siswa.
Menurut Saipul, keterbukaan itu penting agar tidak muncul kesalahpahaman terkait proses pencairan maupun penggunaan dana bantuan. Sekolah juga menegaskan tidak melakukan pungutan atau pemotongan apa pun terhadap dana PIP.
Mekanisme penyaluran di SMKN 10 Bengkulu Utara dilakukan melalui rekening orang tua siswa. Proses pencairannya dilakukan langsung oleh siswa dengan didampingi dan diawasi orang tua.
Dengan cara itu, orang tua dapat mengetahui secara langsung bahwa dana bantuan benar-benar diterima siswa sesuai haknya. Sekolah berharap tidak ada lagi keraguan soal alur dana yang selama ini beredar di kalangan wali murid.
"Tidak ada pungutan ataupun potongan dari pihak sekolah. Dana PIP disalurkan melalui rekening orang tua siswa dan pencairannya dilakukan langsung oleh siswa dengan pengawasan orang tua," tegas Saipul.
SMKN 10 Bengkulu Utara saat ini memiliki lebih dari 700 siswa. Seluruh siswa tersebut telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan PIP.
Jumlah itu menjadikan pengawasan orang tua sebagai kunci utama. Saipul mendorong wali murid ikut mengawasi penggunaan dana, bukan hanya memastikan pencairannya berjalan lancar.
Bantuan diharapkan tidak sekadar dicairkan, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara bijak untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa. Sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pengawasan bersama antara pihak sekolah dan keluarga.
Kegiatan sosialisasi dihadiri komite sekolah, pihak kepolisian, serta jajaran internal SMKN 10 Bengkulu Utara. Kehadiran pihak eksternal memberi penguatan bahwa penyaluran PIP diawasi lintas pihak, bukan hanya oleh sekolah.
"Sosialisasi ini kita lakukan untuk memastikan keterbukaan dan transparansi penyaluran dana PIP. Orang tua harus mengetahui secara jelas bagaimana mekanisme bantuan ini disalurkan dan diterima oleh siswa," ujar Saipul.
Dengan mekanisme yang terbuka, sekolah berharap penyaluran PIP di SMKN 10 Bengkulu Utara berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik pemotongan yang merugikan siswa.