BENGKULU — Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc. Langkah tersebut diambil untuk memastikan proses pengendalian kebakaran yang masih berlangsung hingga Kamis (27/8/2026) berjalan optimal tanpa gangguan aktivitas pendakian. Keamanan pengunjung menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini.
"Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian dan pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan. Keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama," demikian bunyi rilis resmi Balai Besar TNBTS.
Calon pendaki yang sudah membeli tiket melalui sistem booking online tidak perlu khawatir kehilangan biaya reservasi. TNBTS menyediakan dua opsi: pengembalian dana penuh (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule) setelah kawasan dinyatakan aman.
Mekanisme teknis kedua opsi tersebut akan diumumkan secara berkala melalui kanal resmi TNBTS. Namun, kepastian kapan jalur pendakian kembali dibuka belum dapat dipastikan dan bersifat kondisional.
Penutupan total hanya berlaku untuk aktivitas pendakian menuju puncak. Jalur transportasi darat penghubung Malang–Lumajang yang melintasi Kecamatan Poncokusumo dan Senduro dipastikan tetap beroperasi normal. Destinasi wisata Ranu Regulo juga masih dibuka untuk umum, namun dengan pengawasan ketat sesuai prosedur keselamatan.
Kebijakan ini penting dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Aktivitas ekonomi warga sekitar yang bergantung pada jalur transportasi darat tidak terdampak oleh penutupan kawasan pendakian.
TNBTS mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu titik api baru. Beberapa aktivitas yang dilarang keras meliputi:
Larangan ini dikeluarkan mengingat kawasan konservasi sangat rentan terhadap kebakaran, terutama pada musim kemarau. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berakibat fatal bagi kelestarian ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
TNBTS berharap seluruh pemangku kepentingan mematuhi aturan penutupan sementara ini demi keselamatan bersama. Jalur pendakian Gunung Semeru baru akan dibuka kembali setelah kawasan dinyatakan kondusif dan aman dari potensi kebakaran susulan.