BENGKULU SELATAN — Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, memimpin langsung penyerahan paket stimulan budidaya lele di empat titik kelompok penerima. Ia didampingi Sekretaris Daerah Susmanto dan Kepala Dinas Perikanan Nengsi Affriani.
Setiap kelompok mendapatkan 42 unit ember khusus budidaya, sembilan sak pakan ikan pabrikan, serta 3.000 ekor benih lele sehat berukuran 8 hingga 10 sentimeter. Bantuan ini merupakan modal awal bagi warga untuk merintis usaha perikanan skala rumah tangga.
Metode Budikdamber mengandalkan media ember yang disusun secara vertikal, sehingga tidak membutuhkan kolam atau lahan luas. Sistem ini dinilai hemat air dan sangat sederhana, cocok diterapkan di perkotaan maupun pedesaan yang lahannya terbatas.
Wakil Bupati Yevri Sudianto menegaskan bahwa program ini menjadi opsi rasional untuk mendongkrak produksi perikanan darat sekaligus menambah sumber pendapatan keluarga. “Kami sangat mengapresiasi kinerja Dinas Perikanan. Kami ingin bantuan ini tidak berhenti sampai di sini,” ujarnya di sela kegiatan.
Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, mengakui bahwa biaya pelatihan teknis tidak terakomodasi dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun ini. Meski begitu, pihaknya tetap menjalankan pendampingan secara swadaya ke lokasi-lokasi kelompok penerima.
“Pendampingan akan terus kami lakukan. Kami ingin memastikan masyarakat mampu mengelola budidaya dengan baik sehingga tingkat keberhasilannya semakin tinggi,” kata Nengsi.
Program Budikdamber telah digulirkan sejak tahun 2025 dan diproyeksikan menjadi program prioritas di sektor perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang.
Yevri menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan program tidak hanya pada pembagian barang, melainkan konsistensi pembinaan di lapangan. Jajaran penyuluh perikanan diinstruksikan mengawal para peternak pemula hingga siklus budidaya berjalan optimal dan memasuki masa panen raya.